Sudah ditemukan Vaksin Pelawan Kecanduan Kokain

1c

Selasa, 06 Oktober 2009

Untuk menyembuhkan pecandu narkoba memang bukan hal mudah. Para peneliti kini sedang melakukan studi mengenai vaksinasi untuk mencegah pecandu narkoba jenis kokain mengalami high sekaligus membantu mereka melawan adiksi tersebut.

Ujicoba pertama yang dilakukan peneliti dari National Institute on Drug Abuse tersebut memang belum memberikan hasil seperti yang diharapkan, tetapi para peneliti mengatakan sukses kecil ini cukup memberi harapan penggunaan vaksin untuk mengatasi masalah kecanduan narkoba di masa depan.

"Ini adalah studi yang penting. Sudah jelas, dimungkinkan sebuah vaksin yang bekerja mengacaukan aksi kokain di otak," kata Dr.Nora Volkow dari National Institute on Drugs Absue.

Vaksin yang dipakai dalam penelitian tersebut adalah vaksin NicVAX yang awalnya ditujukan untuk membantu para pecandu rokok berhenti. Vaksin kokain dan nikotin ini memiliki aksi yang sama. Mereka merangsang sistem imun memproduksi antibodi yang menyerang molekul obat terlarang dan mencekalnya agar tidak mencapai otak.

Dalam studi terbaru ini, dilaporkan antibodi pelawan kokain tersebut cukup efektif mencegah para pecandu merasakan sensasi "high" dan hampir 40 persennya berhenti memakai kokain, meski sementara.

"Dengan makin banyaknya para pecandu narkoba, hasil studi ini sudah baik, daripada tidak melakukan apa-apa," kata ketua peneliti Dr.Thomas Kosten dari Baylor College of Medicine, Houston, AS.

Menurutnya, dengan melakukan pendekatan penyakit medis, ketimbang masalah moral, usaha-usaha untuk mendapatkan solusi dari masalah kecanduan ini akan mendatangkan dampak yang lebih besar.

Penelitian tersebut melibatkan 115 pecandu kokain yang juga menyandu heroin. Para responden tersebut mendapatkan terapi metadon di sebuah klinik. Setelah disuntik vaksin kokain atau vaksin plasebo selama 12 minggu, para peneliti kemudian mengamati para responden selama 12 minggu. Selain itu, para responden juga mengikuti sesi terapi mingguan. Secara rutin mereka juga menjalani tes urin.

Secara umum, 21 pasien yang menerima vaksin atau sekitar 38 persen, memiliki antibodi kokain dengan tingkat yang cukup kuat untuk mencegah sensasi high. Dari kelompok ini, 53 persen berhenti menggunakan kokain dibandingkan dengan 23 persen yang memiliki kadar antibodi lebih rendah.

sumber : kompas.com