Kurangi Konsumsi Makanan Manis

2c

Selasa, 28 Juli 2009

WALAUPUN tidak menyebabkan kematian, penyakit gigi dan mulut dapat menurunkan produktivitas. Namun, hal tersebut ternyata bisa dicegah dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak gula.

Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita yaitu penyakit jaringan penyangga gigi dan karies, yang berkaitan dengan kebersihan mulut dan juga berkaitan dengan perilaku dalam merawat kesehatan.


Salah satu penyebab timbulnya penyakit sistemik adalah infeksi gigi atau kelainan pada gigi dan gusi. Penyakit ini disebabkan selain karena penyakit penyerta, obat-obatan, rokok, alkohol dan tembakau, juga bisa karena konsumsi gula berlebihan," tutur dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Internasional Bintaro, dr Tengku Bahdar Djohan SpPD.

Gula dibagi atas gula monosakarida (glukosa, fluktosa, dan galaktosa, maltosa, dan sukrosa). Glukosa ini bisa didapatkan dari buah-buahan, sayuran, madu dan sirup jagung. Fluktosa bisa didapat dari buah-buahan dan madu. Laktosa bisa didapat dari susu. Sedangkan sukrosa berasal dari gula pasir dan pemanis (untuk cokelat, permen, kue, dan lain-lain).

"Dari seluruh jenis gula, sukrosa yang paling berbahaya. Sukrosa ini adalah golongan glukosa yang paling cepat diubah menjadi asam oleh mikroba di mulut (streptococcus mutans)," sebut Dr. Tri Erri Astoeti, drg, Mkes.

Tri Erri menjelaskan, konsumsi gula sulit untuk kita hindari dan tanpa kita sadari hal tersebut, dapat dikatakan bahwa konsumsi gula di Indonesia terus meningkat.

Total konsumsi gula di Indonesia pada 2002 tercatat 3,3 juta ton. Pada tahun-tahun berikutnya konsumsi secara konsisten meningkat dengan laju 4,2 persen per tahun, dan pada 2009 doperkirakan mencapai 4,85 juta ton.

"Artinya, tanpa perawatan gigi yang baik dan benar, ancaman gigi berlubang semakin sulit untuk dihindarkan," tandasnya di acara yang sama.

Oleh sebab itu, Erri menyarankan untuk merawat gigi sebaik mungkin yang bisa dimulai dari perawatan diri sendiri seperti menyikat gigi. Menyikat gigi merupakan proses pembersihan gigi yang rutin dilakukan orang

sumber : okezone
READ MORE - Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Cegah Alergi dengan ASI Eksklusif

1c
JIKA tidak ditangani, alergi akan menghambat proses perkembangan anak. Sebab itu, atasi sejak dini penyakit alergi yang bisa dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif.

Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan anak FKUI-RSCM, Dr Zakiudin Munasir SpA (K) menuturkan, tidak sedikit orang yang menyepelekan alergi sehingga ketika periksa ke dokter, kondisinya menjadi lebih parah.



"Alergi akan memengaruhi kualitas hidup seseorang, baik pada orang dewasa maupun anak-anak," sebut Zakiudin. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa susu menjadi golongan makanan yang memengaruhi timbulnya alergi. Susu sapi merupakan protein asing utama bagi bayi pada bulan-bulan awal kehidupan yang dapat menimbulkan reaksi alergi pertama. Karena fungsi ususnya belum sempurna, protein susu sapi tidak bisa dipecah dengan sempurna.

"Sekitar 4,1 persen alergi terjadi karena konsumsi susu," ujarnya. Pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan eliminasi makanan alergen, yaitu dengan mengganti dengan makanan yang senilai untuk mencegah malanutrisi.

"Umumnya, alergi makanan akan menghilang dalam jangka waktu tertentu, dan pencegahan sejak dini bisa dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif," ucap dokter kelahiran Mojokerto, 14 Agustus 1953.

Sedangkan untuk mencegah anak yang lahir dari orang tua yang mengidap alergi bisa dilakukan dengan probiotik. Probiotik adalah bakteri hidup yang memiliki efek menguntungkan untuk menguatkan dan meningkatkan kesehatan flora usus. Probiotik merupakan salah satu cara yang dapat membantu mengurangi risiko alergi.

"Konsumsi probiotik pada ibu hamil dapat meningkatkan daya tahan ibu yang juga akan berpengaruh baik pada janin," ujar dokter lulusan Universitas Indonesia ini. Selain itu, ibu hamil juga harus menghindari pencetus alergi atau alergen saat mengandung. Ibu hamil sebaiknya sadar akan pencetus alergi dan menghindarinya.

Namun, kemungkinan anak mengidap alergi masih dapat terjadi ketika anak lahir. Untuk itu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan atau lebih diperlukan agar anak memiliki daya tahan tubuh yang baik dan mengurangi terpaparnya risiko alergi dan infeksi.

ASI mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan bayi termasuk hypo allergenik, DHA, dan probiotik. Nilai lebihnya ASI mengandung kolostrum yang dapat melindungi bayi dari alergi dan infeksi. Namun, ada kondisi ketika seorang ibu tidak dapat memberikan asupan ASI maksimal. Di antaranya karena pembengkakan dan peradangan payudara hingga produksi ASI berkurang. Untuk meningkatkan jumlah probiotik dalam ASI, ibu yang sedang menyusui bisa mengonsumsi yoghurt, tempe, miso, atau buttermilk.

Dikatakan oleh ahli alergi imunologi dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam dari RSCM, Dr Iris Rengganis SpPD, KAI bahwa alergi mempunyai banyak penyebab walaupun lebih besar terjadi karena faktor genetik. Akan tetapi mengatasi dengan mengenal tanda-tanda alergi terlebih dahulu terhadap makanan juga perlu dilakukan orang tua. "Orang tua harus mengenali anak yang alergi terhadap makanan dengan mengenal gejala dan segera tangani dengan membawanya ke dokter," ujarnya.

sumber : okezone

READ MORE - Cegah Alergi dengan ASI Eksklusif

Mengatasi Alergi Obat

1c

Minggu, 26 Juli 2009

IBARAT makan buah simalakama, alergi obat memang sangat merepotkan. Jika tidak diminum, penyakit tidak sembuh dan semakin merajalela, jika diminum akan menimbulkan alergi.

Penelitian terhadap alergi obat sudah sering kali dilakukan. Beberapa penelitian mengungkapkan reaksi yang tidak diinginkan pada penggunaan obat terjadi sekitar dua persen dari sejumlah pasien yang mengonsumsi obat. Reaksi alergi obat ini biasanya ringan

Tapi ada juga yang sampai mengancam nyawa. Alergi obat memiliki banyak perbedaan pada masing-masing orang. Misalnya pada penderita udem laring (sembab), syok anfilaktik, serta sindrom Stecvvens-Johnson. Udem laring atau penderita sesak napas, jika mengalami alergi obat akan merasakan seperti orang tercekik.

Pada penderita syok anfilaktik terjadi penurunan tekanan darah dan pada penderita sindrom Stevens-Johnson akan merasakan kulit dan selaput lendir berubah bentuk. Kematian karena alergi, tidak hanya terjadi di negara berkembang, juga di negara maju yang fasilitas kesehatannya supermaju. Bahkan, di negara-negara Eropa masih terjadi kematian karena alergi obat.

Oleh karena itu, di Eropa dibentuk jaringan pemantau alergi obat yang merekam semua kejadian dan memberikan informasi alergi obat yang sering terjadi.

"Alergi obat biasanya terjadi karena tubuh seseorang sangat sensitif sehingga bereaksi secara berlebihan terhadap obat yang digunakan. Tubuh berusaha menolak obat tersebut, namun reaksi penolakannya amat berlebihan sehingga merugikan tubuh sendiri. Reaksi itu bisa berupa gatal, sesak napas, penurunan tekanan darah, reaksi kulit disertai kelainan pada selaput lendir saluran cerna, sindrom Stevens-Johnson pada saluran napas dan kemaluan," kata dokter spesialis kulit Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr Abdillah Achmad.

Abdillah menyebutkan, risiko alergi obat meningkat pada orang yang memiliki bakat alergi atau dalam istilah kedokteran disebut dengan atopi. Untuk menghindari terjadinya alergi obat, perlu kerja sama antara pasien dan dokter. Pasien harus mengemukakan pengalamannya menggunakan obat selama ini, apakah obat tertentu membuat tubuh alergi atau dicurigai menimbulkan alergi.

"Akan sangat bagus jika setiap orang memiliki catatan tertulis mengenai penggunaan obat dan apa yang dialami tubuhnya. Itu akan sangat memudahkan pemberian obat jika suatu saat dibutuhkan," katanya.

Obat yang dicurigai menyebabkan alergi harus dihindari dan jika diperlukan,dipilih obat yang lebih aman. Meski dapat juga terjadi walaupun tidak sering, seorang yang semula tidak alergi terhadap suatu obat kemudian hari bisa pula menjadi alergi obat.

"Hindari mengonsumsi obat jika tidak perlu. Vitamin diduga aman, sekalipun dapat menimbulkan alergi, bukan karena zat aktif vitaminnya, tapi karena zat tambahan dalam pembuatan obat seperti zat pewarna yang ada di dalamnya," sebut dokter berkacamata minus tersebut.

Pasien yang mengalami reaksi yang tidak diinginkan karena penggunaan obat, harus segera ke dokter untuk mendapatkan pertolongan. Untuk menghentikan alergi obat, hanya ada satu cara yaitu dengan menghentikan pemakaian obat itu, dan mengatasi keadaan yang timbul akibat alergi. Saat ini obat yang beredar di masyarakat jumlahnya jutaan.

Tiap tahun ratusan obat baru diperkenalkan kepada masyarakat. Sebelum obat diizinkan beredar, harus melalui pengujian ketat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Tentu obat yang diberikan izin beredar yang bermanfaat dan aman. Namun, tidak ada obat yang bermanfaat dan seratus persen aman.

Lebih lanjut ditambahkan Dr Abdillah Achmad, reaksi alergi terhadap obat muncul tanpa diduga. Seseorang yang tadinya tidak apa-apa minum obat tertentu, suatu ketika bisa saja merasa gatal sekujur tubuhnya setelah minum obat tersebut.

"Jangka waktu munculnya alergi bisa cepat, bisa sangat lambat, semuanya tergantung reaksi tubuh," tutur dia.

Demikian pula berat ringannya reaksi alergi. Seseorang mungkin langsung syok tak sadarkan diri sesaat setelah minum obat yang membuatnya alergi. Sementara yang lain hanya gatal, beberapa saat kemudian hilang gatalnya. Bagi kalangan awam, reaksi alergi dianggap keracunan.

Ini berbeda. Reaksi alergi adalah reaksi berlebihan tubuh terhadap bahan tertentu (dalam hal ini obat), sedangkan keracunan (intoksikasi) adalah reaksi yang muncul karena pemakaian obat yang berlebihan hingga melebihi batas toksis berdasarkan batasan farmakologi.

Di era modern seperti sekarang, rekam medik sangat mudah. Bisa menggunakan peranti apapun, pengolah kata, spreadsheet, database atau peranti lain seperti PIM (Personal Information Manager, dengan sedikit modifikasi) atau peranti khusus seperti Medibank. Bila dokter tidak memberikan catatan riwayat alergi obat, penderita berhak memintanya.

Sementara sejumlah pihak berpendapat bahwa kasus alergi disamakan dengan malapraktik, terlebih jika mengakibatkan efek berat semisal Steven Johnson Syndrome atau akibat fatal misalnya kematian. Terlepas dari kendala menyangkut alergi obat, sudah selayaknya para dokter melengkapi dirinya (praktik pribadi ataupun bekerja di institusi layanan medis) dengan peranti rekam medik.

Setidaknya menggunakan lembar status penderita agar alergi obat bisa dihindari. Salah seorang penderita alergi obat, Dewi Andika Pratama, mengaku sangat kaget ketika dirinya mengalami alergi karena obat. Padahal sebelumnya Dewi mengaku tidak ada masalah dengan obat apa pun yang dikonsumsinya.

"Saya alergi obat, baru-baru ini saja. Biasanya kulit saya langsung gatal dan bengkak-bengkak jika mengonsumsi obat penghilang nyeri. Itu membuat saya datang ke dokter dan berkonsultasi," kata Dewi ditemui di RSCM beberapa waktu lalu. (Koran SI/Koran SI/nsa)

READ MORE - Mengatasi Alergi Obat

Kenali Alergi Makanan pada Anak

0c
BUAH HATI Anda mengalami bibir seriawan tanpa disertai rasa sakit, gatal-gatal atau garis mata yang celong? Bisa jadi si kecil mengalami alergi akibat makanan yang telah dikonsumsinya.

Istilah alergi berasal dari bahasa Yunani, yaitu allon argon, yang artinya sebagai reaksi yang berbeda atau menyimpang dari normal terhadap berbagai rangsangan atau zat dari luar tubuh. Misalnya terhadap makanan, debu, obat-obatan dan sebagainya.

Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan anak FKUI-RSCM Dr Zakiudin Munasir SpA (K) menjelaskan, alergi merupakan suatu reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang atau berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh, dimulai dari gangguan pernapasan, kulit, hingga mata. "Banyak orang tua yang menganggap enteng akan tanda-tanda alergi ini. Padahal, alergi dapat berisiko terhadap tumbuh kembang anak," tuturnya.

Zakiudin menyebutkan, seseorang dapat menderita alergi jika salah satu atau kedua orang tuanya memiliki riwayat alergi. Hal ini menunjukkan bahwa alergi bersifat genetik. "Kenali tanda-tanda alergi pada anak yang bisa berasal dari beragam penyebab," ucapnya dalam diskusi media yang mengangkat tema "Apakah Alergi Diturunkan secara Genetik" yang diadakan Nestle Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Penyakit alergi biasanya mengenai anak yang mempunyai bakat alergi yang disebut atopik, atau atopik syndrome. Atopik berasal dari bahasa Yunani, yaitu topos,yang berarti "tempat", A-topos artinya "tidak pada tempatnya".

Bisa juga dikatakan sebagai alergi atau keadaan tubuh atau kulit yang hipersensitif, menyerang sebagian dari tubuh yang tidak kontak langsung dengan penyebab alergi (allergen).

"Walaupun risikonya kecil, lompat generasi juga bisa menjadi faktor risiko timbulnya alergi secara genetik," kata mantan Ketua Satgas HIV IDAI ini.

Adanya data yang menunjukkan bahwa penyakit alergi yang terjadi pada anak-anak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini semakin meningkat jumlah penderitanya.

Di mana hal itu disebabkan selain karena faktor genetik, juga dipengaruhi perubahan pola hidup masyarakat yang semakin modern. Semakin modern pola hidup, maka akan semakin beraneka ragam zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman. "Faktor lingkungan dan gaya hidup orang tuanya, sangat memengaruhi anak untuk terpapar alergi," sebut Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi (Peralmuni) cabang Jakarta Raya.

Zakiudin menyebutkan, di Amerika Serikat angka kejadian alergi pada anak prasekolah 10 hingga 12 persen, dan pada usia sekolah 8,5 sampai 12,2 persen. Departemen Pertanian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa 15 persen populasi alergi disebabkan makanan/ bahan makanan. Sedangkan di Indonesia, angka kejadian alergi pada anak Indonesia belum banyak diteliti tetapi beberapa ahli memperkirakan sekitar 25 persen-40 persen anak pernah mengalami alergi makanan.

"Sekitar 20 persen anak usia satu tahun pernah mengalami reaksi terhadap makanan yang diberikan, termasuk yang disebabkan reaksi alergi," tutur mantan Ketua Kelompok Kerja Alergi Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Alergi makanan turut menjadi pencetus terjadinya penyakit alergi. Yang sering disebutkan adalah makanan laut yang mempunyai kandungan gizi sangat tinggi. Sebut saja cumi-cumi, udang, kepiting, atau ikan laut lainnya.

Bahkan dikatakan Zakiudin, beberapa anak ada yang sangat sensitif dan menimbulkan sesak napas atau bersin-bersin, walaupun hanya mencium bau ikan saat sedang dimasak.

"Untuk anak yang alergi terhadap makanan laut, kandungan proteinnya bisa digantikan produk ikan air tawar," katanya.

Golongan makanan lain yang sering menjadi pencetus alergi di antaranya susu sapi, telur, kacang-kacangan, termasuk kacang tanah dan kacang kedelai, juga gandum yang dikenal dengan istilah "Baker Asthma".
Bahan sintetis berupa pengawet (benzoat), penyedap (MSG) dengan gejala chinese restaurant syndrome dan pewarna (tartrazine) juga memengaruhi.

Gejala klinis dapat diketahui, di mana gejala sebagian besar mengenai saluran cerna karena kontak yang pertama kali adalah bengkak dan gatal di bibir sampai lidah dan orofarings, nyeri dan kejang perut, muntah sampai diare berat dengan tinja berdarah. "Seriawan tanpa disertai rasa sakit, mata celong dengan garis dennies atau keriput di bawah mata, hidung gatal, atau bersin-bersin adalah reaksi terhadap alergi yang umum terjadi," ujar Zakiudin.

Ahli alergi imunologi dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam dari RSCM, Dr Iris Rengganis SpPD, KAI mengatakan, asma juga menjadi salah satu gejala yang ditimbulkan pada alergi yang biasanya adalah dari alergi terhadap debu.

Seperti pada asma bronchial intrinsik. Asma bronchial adalah suatu penyakit kronis yang ditandai peningkatan kepekaan saluran napas terhadap berbagai rangsang dari luar (debu, serbuk, bunga, udara dingin atau makanan) yang menyebabkan penyempitan saluran napas yang meluas dan dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan.

Jenis ini umumnya muncul apabila penderita asma mengalami gangguan psikis, stres, olahraga berat, dan perubahan cuaca yang drastis. Sifatnya lebih kronis, juga disertai dahak berkelanjutan. "Pemilihan olahraga ringan seperti renang bisa dilakukan untuk penderita alergi dengan gejala asma," ucapnya.

sumber: okezone
READ MORE - Kenali Alergi Makanan pada Anak

Mengatasi Alergi Obat

0c
IBARAT makan buah simalakama, alergi obat memang sangat merepotkan. Jika tidak diminum, penyakit tidak sembuh dan semakin merajalela, jika diminum akan menimbulkan alergi.

Penelitian terhadap alergi obat sudah sering kali dilakukan. Beberapa penelitian mengungkapkan reaksi yang tidak diinginkan pada penggunaan obat terjadi sekitar dua persen dari sejumlah pasien yang mengonsumsi obat. Reaksi alergi obat ini biasanya ringan.

Tapi ada juga yang sampai mengancam nyawa. Alergi obat memiliki banyak perbedaan pada masing-masing orang. Misalnya pada penderita udem laring (sembab), syok anfilaktik, serta sindrom Stecvvens-Johnson. Udem laring atau penderita sesak napas, jika mengalami alergi obat akan merasakan seperti orang tercekik.

Pada penderita syok anfilaktik terjadi penurunan tekanan darah dan pada penderita sindrom Stevens-Johnson akan merasakan kulit dan selaput lendir berubah bentuk. Kematian karena alergi, tidak hanya terjadi di negara berkembang, juga di negara maju yang fasilitas kesehatannya supermaju. Bahkan, di negara-negara Eropa masih terjadi kematian karena alergi obat.

Oleh karena itu, di Eropa dibentuk jaringan pemantau alergi obat yang merekam semua kejadian dan memberikan informasi alergi obat yang sering terjadi.

"Alergi obat biasanya terjadi karena tubuh seseorang sangat sensitif sehingga bereaksi secara berlebihan terhadap obat yang digunakan. Tubuh berusaha menolak obat tersebut, namun reaksi penolakannya amat berlebihan sehingga merugikan tubuh sendiri. Reaksi itu bisa berupa gatal, sesak napas, penurunan tekanan darah, reaksi kulit disertai kelainan pada selaput lendir saluran cerna, sindrom Stevens-Johnson pada saluran napas dan kemaluan," kata dokter spesialis kulit Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr Abdillah Achmad.

Abdillah menyebutkan, risiko alergi obat meningkat pada orang yang memiliki bakat alergi atau dalam istilah kedokteran disebut dengan atopi. Untuk menghindari terjadinya alergi obat, perlu kerja sama antara pasien dan dokter. Pasien harus mengemukakan pengalamannya menggunakan obat selama ini, apakah obat tertentu membuat tubuh alergi atau dicurigai menimbulkan alergi.

"Akan sangat bagus jika setiap orang memiliki catatan tertulis mengenai penggunaan obat dan apa yang dialami tubuhnya. Itu akan sangat memudahkan pemberian obat jika suatu saat dibutuhkan," katanya.

Obat yang dicurigai menyebabkan alergi harus dihindari dan jika diperlukan,dipilih obat yang lebih aman. Meski dapat juga terjadi walaupun tidak sering, seorang yang semula tidak alergi terhadap suatu obat kemudian hari bisa pula menjadi alergi obat.

"Hindari mengonsumsi obat jika tidak perlu. Vitamin diduga aman, sekalipun dapat menimbulkan alergi, bukan karena zat aktif vitaminnya, tapi karena zat tambahan dalam pembuatan obat seperti zat pewarna yang ada di dalamnya," sebut dokter berkacamata minus tersebut.

Pasien yang mengalami reaksi yang tidak diinginkan karena penggunaan obat, harus segera ke dokter untuk mendapatkan pertolongan. Untuk menghentikan alergi obat, hanya ada satu cara yaitu dengan menghentikan pemakaian obat itu, dan mengatasi keadaan yang timbul akibat alergi. Saat ini obat yang beredar di masyarakat jumlahnya jutaan.

Tiap tahun ratusan obat baru diperkenalkan kepada masyarakat. Sebelum obat diizinkan beredar, harus melalui pengujian ketat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Tentu obat yang diberikan izin beredar yang bermanfaat dan aman. Namun, tidak ada obat yang bermanfaat dan seratus persen aman.

Lebih lanjut ditambahkan Dr Abdillah Achmad, reaksi alergi terhadap obat muncul tanpa diduga. Seseorang yang tadinya tidak apa-apa minum obat tertentu, suatu ketika bisa saja merasa gatal sekujur tubuhnya setelah minum obat tersebut.

"Jangka waktu munculnya alergi bisa cepat, bisa sangat lambat, semuanya tergantung reaksi tubuh," tutur dia.

Demikian pula berat ringannya reaksi alergi. Seseorang mungkin langsung syok tak sadarkan diri sesaat setelah minum obat yang membuatnya alergi. Sementara yang lain hanya gatal, beberapa saat kemudian hilang gatalnya. Bagi kalangan awam, reaksi alergi dianggap keracunan.

Ini berbeda. Reaksi alergi adalah reaksi berlebihan tubuh terhadap bahan tertentu (dalam hal ini obat), sedangkan keracunan (intoksikasi) adalah reaksi yang muncul karena pemakaian obat yang berlebihan hingga melebihi batas toksis berdasarkan batasan farmakologi.

Di era modern seperti sekarang, rekam medik sangat mudah. Bisa menggunakan peranti apapun, pengolah kata, spreadsheet, database atau peranti lain seperti PIM (Personal Information Manager, dengan sedikit modifikasi) atau peranti khusus seperti Medibank. Bila dokter tidak memberikan catatan riwayat alergi obat, penderita berhak memintanya.

Sementara sejumlah pihak berpendapat bahwa kasus alergi disamakan dengan malapraktik, terlebih jika mengakibatkan efek berat semisal Steven Johnson Syndrome atau akibat fatal misalnya kematian. Terlepas dari kendala menyangkut alergi obat, sudah selayaknya para dokter melengkapi dirinya (praktik pribadi ataupun bekerja di institusi layanan medis) dengan peranti rekam medik.

Setidaknya menggunakan lembar status penderita agar alergi obat bisa dihindari. Salah seorang penderita alergi obat, Dewi Andika Pratama, mengaku sangat kaget ketika dirinya mengalami alergi karena obat. Padahal sebelumnya Dewi mengaku tidak ada masalah dengan obat apa pun yang dikonsumsinya.

"Saya alergi obat, baru-baru ini saja. Biasanya kulit saya langsung gatal dan bengkak-bengkak jika mengonsumsi obat penghilang nyeri. Itu membuat saya datang ke dokter dan berkonsultasi," kata Dewi ditemui di RSCM beberapa waktu lalu.

Sumber: Okezone
READ MORE - Mengatasi Alergi Obat

Serba-Serbi Obat Warung

0c

Kamis, 09 Juli 2009

Tahukah Anda apakah obat warung itu? Obat warung adalah istilah yang biasa diberikan bagi obat-obatan yang bisa dibeli bebas dan tidak membutuhkan preskripsi dari ahli medis profesional (dokter). Obat-obatan semacam ini bisa diperoleh di warung, supermarket, minimarket, apotik, dan hampir semua toko barang kebutuhan sehari-hari. Istilah kerennya adalah obat over the counter atau OTC, karena obat semacam ini ada di setiap etalase toko-toko pada umumnya.

Bukan rahasia lagi saat ini perusahaan farmasi baik yang berskala nasional maupun internasional mulai berlomba untuk menjaring konsumennya pada pasar obat warung. Karena terbukti obat-obatan semacam itu mampu mendobrak penjualan sejumlah perusahaan farmasi. Coba saja lihat porsi yang disediakan mereka untuk beriklan di media cetak atau elektronik.

Termasuk dalam produk OTC tersebut di antaranya adalah obat-obatan seperti obat pereda gejala flu, obat sakit kepala, obat penghilang nyeri, obat batuk, obat masuk angin, obat ‘kuat’, aneka macam jamu, sampai produk makanan dan minuman suplemen dan lain sebagainya. Persaingan promosi oleh produsen obat-obatan itu juga kian gencar, terutama untuk produk yang memiliki pangsa pasar yang sama seperti sakit kepala, flu, batuk pilek.

Mengapa Memilih Obat Warung?

Obat warung jauh lebih murah serta mudah dibeli karena tak perlu resep dokter. Mereka yang mengkonsumsi obat warung tersebut juga rata-rata yakin bahwa obat tersebut tidak menimbulkan efek samping. Fenomena ini muncul karena biaya kesehatan kian mahal. Sebagian masyarakat memang masih sulit menanggung biaya kesehatan yang tinggi seperti biaya konsultasi ke dokter, biaya obat-obatan, serta biaya operasi dan tindakan medis lain yang perlu. Mereka yang punya asuransi kesehatan pun sangat terbatas. Akhirnya mereka beralih ke obat warung yang murah, mudah didapat, dan diklaim cukup efektif meredakan rasa sakit mereka.

Meski disukai kalangan masyarakat menengah ke bawah yang hanya punya dana sedikit untuk mengatasi penyakit, masyarakat kelas menengah dan atas juga familier dengan produk-produk obat warung ini. Target pemasaran produk para produsen obat-obatan ini juga tidak hanya kalangan bawah saja, karena sekarang beberapa produk obat bahkan sudah hadir dalam website atau situs internet sendiri—yang notabene hanya bisa diakses kalangan menengah dan menengah ke atas.

Pengawasan

Sebenarnya masih banyak konsumen obat-obatan di Indonesia tidak memahami benar apa obat yang telah dikonsumsinya, baik obat resep dokter dan obat warung tersebut. Dari berbagai produk obat warung tersebut, tidak jarang produsen obat tidak mencantumkan seluruh petunjuk indikasi obat. Bahkan ada sebagian sosialisasi obat melalui iklan memberikan keterangan tidak pas dengan indikasi produk yang bersangkutan.

Karena itulah mengapa pemerintah semakin serius memantau peredaran obat-obatan yang ada di masyarakat dengan membentuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Selain itu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tak kurang melakukan pemantauan peredaran produk obat obatan tersebut dan menangani berbagai keluhan masyarakat. Masyarakat pun diharapkan lebih waspada lagi saat mengkonsumsinya, dan banyak mencari informasi yang relevan dan terpercaya mengenai hal itu.

Perhatikan Peringatan

Walaupun berlabel "bebas", bukan berarti obat-obat tersebut bebas dikonsumsi begitu saja tanpa aturan. Walaupun Anda telah berusaha mengikuti dosis sesuai anjuran, pada dasarnya semua obat sama, bisa menjadi racun pada pemakaian berlebihan atau berkepanjangan. Anda juga harus memastikan apakah obat bebas tersebut benar-benar obat bebas yang aman, bukan obat yang membutuhkan resep dokter tetapi dapat dibeli secara bebas.

Perkembangan obat bebas di pasaran saat ini seringkali membingungkan konsumen. Pertama, banyak sekali obat penghilang nyeri yang dijual bebas dengan berbagai merek dagang. Lalu tiap merek dagang punya berbagai bentuk sediaan seperti tablet, kapsul, kaplet, tablet salut, dan lain-lain. Kemampuan yang ditawarkan juga bermacam-macam. Contohnya obat sakit kepala. Ada yang punya efek standar, formula siang-malam, formula dengan kekuatan ekstra, formula khusus anak-anak, dan sekarang juga muncul formula khusus migraine.

Cara Memilih Obat Warung

Bagaimana cara memilih obat warung yang terbaik dan berkhasiat, tanpa merusak diri kita sendiri? Langkah terbaik untuk memilih obat-obatan tersebut adalah dengan menentukan zat aktif mana yang paling berkhasiat untuk Anda.

Sesuaikan obat yang akan dikonsumsi dengan penyakit yang diderita. Misalnya, saat Anda batuk, perhatikan apakah batuk tersebut termasuk jenis batuk kering atau batuk berdahak. Batuk kering biasanya disebabkan karena adanya iritasi. Sedangkan batuk berdahak karena masuknya virus atau bakteri sehingga tubuh mengeluarkan lendir untuk melawannya.

Atau bila Anda menderita flu, dapat dideteksi apakah flu disebabkan virus atau bakteri. Flu yang disebabkan virus biasanya mengeluarkan cairan encer yang sebenarnya bisa disembuhkan dengan cukup beristirahat, minum banyak air, dan makan makanan bergizi dan mengandung vitamin khususnya vitamin C, tanpa perlu mengkonsumsi obat. Sebaliknya, bila cairan kental berarti flu disebabkan oleh bakteri yang perlu diatasi dengan mengkonsumsi obat atau dengan pergi ke dokter untuk mendapatkan antibiotik.

Anda perlu mengetahui apa kandungan yang terdapat dalam obat bebas dan memastikan agar Anda atau orang yang akan mengkonsumsi obat tersebut tidak memiliki alergi terhadap kandungan obat. Hindari mengkonsumsi kandungan tertentu dari obat dikonsumsi dengan dosis dua kali lipat atau lebih. Hal ini dimungkinkan apabila seseorang mengkonsumsi obat flu dan obat sakit kepala bersamaan sehingga kandungan parasetamol yang terdapat dalam kedua obat tersebut masuk ke tubuh dengan dosis ganda.

Selain itu, dalam memilih obat warung, perhatikan baik-baik komposisinya. Contohnya begini: jika Anda memiliki masalah gangguan perut, sebaiknya hindari obat-obat yang mengandung asetosal, ibuprofen, dan asam mefenamat. Pilihlah acetaminophen atau paracetamol. Dan kalau Anda cenderung sering mengalami sakit kepala yang disertai dengan rasa mual, sebaiknya Anda minum obat anti mual terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa mual, setelah mereda akan lebih mudah bagi Anda untuk melakukan pengobatan pada sakit kepala atau migraine Anda.

Dalam sebuah tablet atau kapsul obat flu, biasanya terkandung parasetamol yang berfungsi menurunkan panas. Lalu ada juga antihistamin yang berfungsi meredakan bersin, serta dekongestan untuk melegakan saluran pernapasan. Obat batuk juga memiliki kandungan yang hampir mirip. Biasanya obat batuk mengandung parasetamol juga. Karena itu minumlah sesuai dosis yang dianjurkan apalagi jika dikonsumsi bersamaan dengan obat flu dan obat panas. Karena ketiga obat itu mengandung parasetamol sebagai penurun panas. Jadi jangan diminum secara sembarangan karena dosisnya akan berlebih.

Yang lebih penting lagi, jika Anda sedang mengkonsumsi obat dengan resep dokter, tanyakan pada dokter atau apoteker sebelum Anda mengkonsumsi obat warung tersebut, karena obat warung dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang diresepkan dokter. Saat mengkonsumsi obat sebaiknya tidak dilakukan saat perut dalam keadaan kosong karena dapat menyebabkan efek yang buruk. Selalu gunakan air putih bukan kopi, susu, atau teh saat minum obat.

Bila Anda tidak kunjung sembuh setelah mengkonsumsi obat warung, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter agar dapat diberikan obat yang tepat. Jangan ambil risiko jika sudah menyangkut kesehatan fisik Anda, karena penanganan yang salah bisa mengancam nyawa.

Dari berbagai sumber
Sumber: hanyawanita.com
READ MORE - Serba-Serbi Obat Warung

Apa Pantangan Minum Susu

1c
Susu memiliki banyak manfaat. Untuk mendapatkan manfaat terbaik susu, pastikan Anda memperhatikan beberapa aturan dalam mengkonsumsinya. Beberapa di antaranya:

1. Susu vs jeruk
Beri jeda setidaknya satu jam antara minum susu dan mengkonsumsi buah-buahan yang bersifat asam, jeruk misalnya.
Sebab, tartaric acid yang terkandung dalam jeruk akan membekukan protein dalam susu. Akibatnya, protein susu jadi sulit diserap tubuh.

2. Susu vs gula
Sebaiknya tidak mencampur susu segar yang masih panas dengan gula. Tunggu agak dingin, baru mencampurkan gula. Mengapa? Sebab susu mengandung leucine (asam amino). Bila dalam keadaan panas dicampur gula, leucine akan bereaksi menjadi leusine fructosyl (radikal fluktosa) yang beracun dan dapat merusak tubuh.

3. Susu vs coklat
Susu mengandung banyak protein dan kalsium, sementara coklat mengandung asam oksalat. Bila keduanya dikonsumsi secara bersamaan, akan menjadi kalsium yang bersifat non-larut. Hal ini sangat mempengaruhi daya serap terhadap kalsium. Akibatnya adalah timbulnya gejala rambut kering, dan banyak buang air.

4. Susu vs obat
Berikan jeda setidaknya satu jam antara minum susu dengan mengkonsumsi obat. Karena, susu dapat mempengaruhi tubuh dalam menyerap obat. Susu, dalam hal ini, akan melapisi obat dengan membentuk semacam selaput. Akibatnya unsur-unsur yang terkandung dalam susu, seperti kalsium, magnesium, dan lain sebagainya membantuk reaksi kimia dengan obat. Reaksi kimia ini membuat materi obat tidak larut dalam air. Hal ini mempengaruhi kemampuan daya buang dan daya serap terhadap obat.

Sumber: SuaraMerdeka
READ MORE - Apa Pantangan Minum Susu

Semakin Tua, semakin menjadi Seks Bisa Lebih Hot!

0c
Banyak yang merasa semakin lama umur pernikahan, kehidupan seks pun semakin gersang. Padahal sebuah penelitian membuktikan, bahwa semakin tua umur pernikahan Anda, seks pun makin mantap!

Dari 3.000 pasangan yang telah menjalani hubungan pernikahan rata-rata 15 tahun, semuanya mengaku kehidupan seks mereka semakin dahsyat dari waktu ke waktu. Bahkan mereka bisa menghabiskan waktu rata-rata 29 menit untuk satu kali hubungan seks.

Ahli seks Simone Bienne yang detikhot kutip dari The Sun, Selasa (23/6/2009) mengungkap kalau sesungguhnya, semakin dekat hubungan seseorang, maka kehidupan seksnya pun mengalami peningkatan.

Kedekatan seseorang dengan pasangannya terjalin karena waktu hubungan mereka yang memang sudah lama.

"Dari sisi rangsangan emosional, mental, spiritual dan fisik. Semakin dekat kamu dengan pasanganmu, maka kamu akan semakin mengenalnya. Dan kamu tahu bagaimana saling merangsang," ujar SImone.

Tak hanya itu, dari hasil penelitian juga disebutkan bahwa para pasangan yang berumur 40-an, 50-an juga 60-an mengaku mengalami seks yang lebih menyenangkan ketimbang yang mereka rasakan saat berumur 20-an. Hal itu disebabkan dengan perasaan cinta mereka serta rasa aman saat melakukan hubungan.

"Ini mengenai cinta tanpa syarat yang dirasakan pada hubungan yang lama. Hal itu membuat kita bisa menikmati seks karena murni perasaan cinta ketimbang kepuasan fisik semata," jelas Simone lagi.

Sumber: detikcom
READ MORE - Semakin Tua, semakin menjadi Seks Bisa Lebih Hot!

Merawat Rambut Yang Diwarnai

1c

Kamis, 02 Juli 2009

Mendapatkan warna rambut yang tepat dan sesuai memang tak selalu mudah. Bahkan, mungkin dibutuhkan beberapa kali percobaan dengan mengganti warna rambut sampai Anda menemukan penata rambut yang sangat ahli dalam hal pewarnaan rambut. Jadi, bila rambut Anda sudah menemukan ‘jodoh’ warna yang tepat, saatnya Anda mengetahui trik terkini untuk merawatnya, agar rambut selalu sehat dan tahan lama kilau serta warnanya.

CUCI DENGAN AIR DINGIN

Mendapatkan warna rambut dengan highlight yang indah bukan hal mudah ataupun murah. Jadi, perlakukan rambut Anda seperti barang favorit Anda terbaru, yaitu dengan perhatian khusus.

Hindari mencuci rambut 24 jam setelah pewarnaan. Jangan meng-gunakan air panas untuk mencuci rambut karena ini akan lebih membuka kutikula rambut dan mengurangi kelembapan.

JAGA KELEMBAPANNYA

Rambut yang telah diwarnai cenderung lebih kering. Jadi, jangan pernah lupa untuk memberikan conditioner setiap usai mencuci rambut untuk menjaga helaian rambut agar ti-dak kering dan pecah.

WARNA LEBIH TAHAN LAMA

Warna rambut cepat luntur? Jangan khawatir, pertahankan war-nanya dengan color enhancer yang mengandung conditioner. Produk ini mengandung pewarna, jadi pastikan Anda memilih yang sesuai dengan warna rambut. Setelah rambut dicuci dengan sampo, usapkan color enhancer secukupnya. Diamkan selama 5-10 menit, lalu bilas.

UNTUK KILAU WARNA RAMBUT

Gunakan lotion khusus untuk mempertahankan kilau rambut setelah keramas. Cairan ini hampir sama dengan conditioner, tetapi fungsi khususnya bukan melembapkan, tetapi melapisi helaian rambut sehingga warna tetap prima dan indah berkilau.

MAINKAN SUHU PENGERINGAN

Pengeringan secara alami memang akan lebih baik, karena rambut tidak terpapar panas secara berlebihan. Tetapi, jika Anda harus segera pergi beraktivitas dengan rambut kering, penggunaan pengering rambut tentu tak terelakkan. Triknya, mainkan suhu pengering rambut. Terlebih dulu, gunakan suhu dingin agar kutikula tertutup

CERMAT MEMILIH PRODUK TATA RAMBUT

Pilih produk yang disemprotkan karena lebih sedikit mengontaminasi rambut. Apabila Anda takut rambut rusak akibat setiap hari terkena produk tata rambut dan pengering rambut, sementara Anda juga menginginkan gaya rambut ikal setiap hari, coba lakukan perming atau keriting rambut. Pilih jenis ceramic perm, karena obat yang digunakan lebih aman, dan rambut gaya ikal bergelombang akan menambah volume dan mempertajam tekstur warna rambut.

BERSAHABAT DENGAN PENATA RAMBUT ANDA

Utarakan keinginan Anda dengan jelas, seperti potongan rambut yang disukai, warna favorit Anda, sampai gaya riasan Anda. Hal ini penting agar mereka mendapat gambaran yang benar untuk memilihkan warna yang tepat, sehingga Anda puas pada hasil pewarnaannya.
READ MORE - Merawat Rambut Yang Diwarnai